Kembali ke Beranda
Pendidikan & Kebudayaan

Wisuda Unilaki, Bupati Konawe Tekankan Peran Sarjana Bangun Daerah

Wisuda Unilaki, Bupati Konawe Tekankan Peran Sarjana Bangun Daerah

KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar mengajak para wisudawan dan wisudawati Universitas Lakidende Unaaha menjadikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
 

Pesan itu disampaikan Yusran Akbar dalam kapasitasnya sebagai Dewan Penyantun Universitas Lakidende pada Wisuda Sarjana ke-XXXI Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wekoila Unaaha, Sabtu, 31 Oktober 2026.
 

Dalam sambutannya, Bupati Konawe menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia juga memberikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjuangan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

 

Menurutnya, keberhasilan wisuda tidak hanya lahir dari perjuangan mahasiswa. Ada doa, pengorbanan, dukungan keluarga, serta berbagai proses yang harus dilewati selama menempuh pendidikan.
 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Selamat pula kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjuangan ini dengan doa, pengorbanan, dan kasih sayang,” ujarnya Bupati Konawe itu.
 

Yusran mengatakan setiap wisudawan memiliki cerita perjuangan yang berbeda. Sebagian menyelesaikan kuliah sambil bekerja. 
 

Sebagian lainnya mendapat dukungan keluarga yang harus mengatur kebutuhan demi membiayai pendidikan. Ada pula yang menghadapi berbagai kesulitan, tetapi tetap memilih melanjutkan pendidikan.
 

Karena itu, wisuda dinilai bukan hanya sebagai seremoni. Momen tersebut menjadi tanda bahwa satu tahap pendidikan telah selesai dan perjalanan belajar memasuki tahap berikutnya.

 

Dalam sambutannya, Yusran mengangkat tema “Dari Almamater untuk Masyarakat: Berani Bermimpi, Bertumbuh, dan Mengabdi”. Tema tersebut diarahkan kepada para lulusan agar tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana.
 

Ia meminta para lulusan memahami kondisi daerah tempat mereka tumbuh dan belajar. Konawe memiliki berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. 
 

Berbagai sektor itu membuka peluang kerja dan usaha yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang sesuai.
 

Di sisi lain, Konawe masih menghadapi sejumlah persoalan. Di antaranya kemiskinan, akses infrastruktur, serta kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kondisi tersebut, kata Yusran, membutuhkan peran pendidikan tinggi dan para lulusannya.

 

“Di sinilah pendidikan tinggi memiliki arti yang sangat penting. Kita membutuhkan lulusan yang mampu membaca persoalan, mengolah pengetahuan, dan menghasilkan penyelesaian yang dapat digunakan masyarakat," lanjut Yusran.
 

Menurutnya, peluang pengabdian terbuka luas di berbagai bidang. Pada sektor pertanian, lulusan dapat berkontribusi melalui peningkatan produktivitas, pengolahan hasil, dan pemasaran. Pada sektor industri dan usaha lokal, dibutuhkan keterampilan, pengelolaan usaha, serta hubungan yang lebih kuat antara pelaku usaha besar dan masyarakat.
 

Sektor pariwisata dan budaya juga membutuhkan kreativitas sekaligus kepedulian untuk menjaga identitas daerah. Seluruh kebutuhan tersebut berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui pendidikan.
 

Yusran juga mengingatkan para sarjana agar mampu membaca data secara utuh. Lima indikator pembangunan yang disampaikan dalam materi sambutan meliputi pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan pembangunan manusia.
 

Ia menilai setiap indikator memiliki fungsi yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan perkembangan kegiatan ekonomi. Kemiskinan berkaitan dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Pengangguran berkaitan dengan kesempatan memperoleh pekerjaan. Sementara ketimpangan dan pembangunan manusia membantu melihat pemerataan serta kualitas kehidupan masyarakat.
 

“Sebagai sarjana, saudara perlu membiasakan diri membaca data secara utuh. Perhatikan tahun, sumber, satuan, serta perubahan yang terjadi,” pesan pria dengan akronim YA ini.
 

Bagi pemerintah daerah, Yusran menegaskan bahwa kemajuan pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat. Ukurannya tidak hanya berdasarkan angka, tetapi juga pada kondisi kehidupan sehari-hari.
 

Ia mengajak para lulusan melihat apakah keluarga semakin mampu memenuhi kebutuhan, anak muda memperoleh kesempatan kerja yang layak, usaha masyarakat berkembang, serta akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan semakin mudah.
 

Dalam sambutannya, Yusran juga menampilkan perbandingan Kabupaten Badung di Bali dan Konawe di Sulawesi Tenggara. Perbandingan tersebut digunakan untuk melihat hubungan antara karakter ekonomi daerah dan kemampuan pendapatan.
 

Ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki kekuatan, struktur ekonomi, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pembelajaran dari daerah lain perlu disesuaikan dengan kondisi daerah sendiri.
 

Bagi Konawe, kegiatan industri, pertanian, perdagangan, dan sektor lainnya diharapkan dapat memperkuat usaha lokal, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada titik inilah para lulusan perguruan tinggi dinilai dapat mengambil peran melalui pemikiran dan karya.
 

Yusran juga mendorong pengembangan potensi daerah menjadi kegiatan yang memiliki nilai tambah. Hasil pertanian, misalnya, dapat dikembangkan melalui pengolahan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran yang lebih baik. Potensi perikanan membutuhkan peningkatan mutu produk dan hubungan pasar.
 

Ia meminta setiap rencana pengembangan tetap melalui kajian kelayakan, kepastian aturan, dan penilaian dampak. Perguruan tinggi juga diharapkan semakin aktif menghasilkan penelitian terapan yang berangkat dari persoalan nyata dan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan.

 

Pesan berikutnya ditujukan kepada para lulusan untuk mulai mengambil peran dari keahlian masing-masing. Kontribusi tidak harus dimulai dari pekerjaan besar. Lulusan dapat membantu usaha kecil memperbaiki pembukuan dan pemasaran, mendampingi pembelajaran anak, membantu pengelolaan data desa, atau membuat cara kerja yang lebih efisien sesuai bidang ilmu.
 

“Kontribusi yang baik memiliki tujuan yang jelas dan hasil yang dapat diperiksa," kata Yusran.

 

Yusran juga mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar. Para lulusan perlu memiliki pola pikir bertumbuh. Kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, latihan yang terarah, strategi yang tepat, dan masukan yang membantu.
 

Ia meminta para sarjana tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Salah satunya saat mengikuti wawancara kerja dan belum berhasil. Kegagalan perlu menjadi bahan evaluasi terhadap persiapan, pengalaman, kemampuan, serta keterampilan yang masih perlu ditingkatkan.
 

Selain kemampuan, Yusran menekankan pentingnya etika. Para lulusan diminta bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan. Mereka juga perlu meminta bimbingan ketika menghadapi hal yang belum dikuasai.
 

Penggunaan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, juga perlu dilakukan dengan pertimbangan matang. Hasilnya harus diperiksa. Data pribadi dan informasi rahasia harus dilindungi. Tanggung jawab atas keputusan tetap berada pada pengguna teknologi.
 

Yusran kemudian mengajak para lulusan menjaga hubungan baik dalam lingkungan kerja. Pembagian tugas harus dihormati. Pendapat orang lain perlu didengarkan. Kendala juga harus disampaikan sejak awal.
 

Ia menilai keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan penghasilan. Integritas, ketenangan hidup, hubungan dengan keluarga, dan manfaat bagi sesama juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang.
 

Dalam kesempatan tersebut, Yusran menyampaikan bahwa visi Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang ilmu. Para lulusan dapat mengambil bagian dalam pendidikan, literasi, edukasi kesehatan, penguatan ekonomi, tata kelola, kebudayaan, kerukunan, infrastruktur, hingga kepedulian lingkungan sesuai kompetensi masing-masing.

 

Ia juga mengajak Universitas Lakidende memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha. Kerja sama tersebut diharapkan memiliki sasaran yang jelas dan hasil yang dapat dievaluasi.
 

Pada bagian lain sambutannya, Yusran membagikan pengalaman pribadi. Ia menyebut dirinya berasal dari keluarga sederhana dan merupakan anak seorang tukang kayu. Ia pernah menjalani pengabdian sebagai pegawai honorer di Konawe Utara sebelum memasuki dunia usaha, termasuk bidang pertambangan. Dalam perjalanan berikutnya, ia mendapat amanah masyarakat sebagai Bupati Konawe.
 

Pengalaman itu disampaikan sebagai bahan refleksi bagi para wisudawan. Setiap orang memiliki keadaan, kesempatan, dan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, sebelum mengambil langkah besar, seseorang perlu mengenali kemampuan, menambah pengetahuan, mempertimbangkan risiko, serta memastikan dukungan yang tersedia.

 

Yusran juga meminta para lulusan menghormati asal-usul dan menghargai pekerjaan orang tua. Perjuangan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk ketekunan dan tanggung jawab.

 

Foto-foto kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) tahun 2003 yang ditampilkan dalam sambutan juga menjadi pengingat tentang masa belajar, persahabatan, dan pengabdian. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan masyarakat.

 

Melalui pengalaman itu, mahasiswa belajar mendengarkan, bekerja bersama, menghadapi keterbatasan, dan memahami bahwa pengetahuan harus dapat diterapkan sesuai keadaan.
 

Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diminta membawa semangat pengabdian tersebut ke tempat kerja, dunia usaha, desa, serta lingkungan tempat tinggal.
 

“Berani bermimpi. Tekun bertumbuh, tulus mengabdi. Jagalah nama baik almamater melalui kejujuran, kualitas kerja, dan kepedulian kepada masyarakat.”
 

Menutup sambutannya, Yusran menyampaikan penghargaan kepada pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Lakidende atas pengabdian dalam mendidik generasi penerus.
 

Ia berharap kerja sama antara Universitas Lakidende dan Pemerintah Kabupaten Konawe terus berkembang serta memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.
 

“Selamat atas keberhasilan saudara menyelesaikan pendidikan. Selamat memasuki perjalanan berikutnya," tandasnya.

 

Pesan utama yang disampaikan dalam wisuda tersebut menjadi penegasan bahwa gelar sarjana bukan titik akhir. Ilmu yang diperoleh dari almamater diharapkan dapat dibawa ke tengah masyarakat dalam bentuk karya, kemampuan, dan pengabdian yang nyata untuk Konawe. (**)

💬 Kolom Komentar Masyarakat

Belum ada komentar untuk berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

🛡️ Verifikasi Satu Pintu (Newsroom Audit Trail)

Setiap rilis berita resmi melalui sistem Konawe Hub terverifikasi bertingkat untuk menjaga validitas data publik.

📅 31 Oct 2026 09:42 WITA • 👤 Arman Tosepu, SM. (EDITOR)
Diverifikasi & Diterbitkan

Diterbitkan langsung oleh EDITOR tanpa melalui antrian review.

Asal Instansi: Dinas Komunikasi dan Informatika