'Asah Kapak Sebelum Menebang Pohon', Pesan Mendalam Sekda Konawe pada Pembukaan EPPD 2026
KONAWE β Dalam rangka mengukur capaian kinerja dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, Tim Daerah (Timda) Provinsi resmi memulai serangkaian giat Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2026. Evaluasi ini dilakukan terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Konawe untuk tahun anggaran 2025.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, DR. Ferdinand, SP, MH., bertempat di ruang rapat utama kantor Bapeda Kab.Konawe. Acara ini dihadiri oleh tim evaluator dari provinsi, para Pejabat Administrator dan Perencana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.
Dalam sambutan pembukaannya, DR. Ferdinand tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menyuntikkan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran aparatur yang hadir. Ia mengutip salah satu filosofi terkenal dari Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln.
"Beri aku enam jam untuk menebang pohon, dan aku akan menghabiskan empat jam pertama untuk mengasah kapak," kutip Sekda Konawe di hadapan para peserta evaluasi.
Makna di Balik Filosofi "Mengasah Kapak"
Dalam konteks penyusunan dan evaluasi LPPD, DR. Ferdinand menjelaskan bahwa kutipan tersebut memiliki makna yang sangat fundamental tentang pentingnya sebuah persiapan yang matang dan terukur.
"Mengasah kapak" dalam analogi birokrasi ini diartikan sebagai tahap persiapan data. Proses mengumpulkan data kinerja, memvalidasi bukti fisik (dokumen pendukung), memastikan kesesuaian indikator makro dan mikro, hingga menyinkronkan laporan antar-OPD adalah pekerjaan yang memakan waktu dan tenaga paling besar. Ini adalah fase di mana seluruh aparatur harus bekerja keras, teliti, dan cermat agar instrumen pelaporan benar-benar "tajam".
Sementara itu, "menebang pohon" dianalogikan sebagai pelaksanaan evaluasi (EPPD) itu sendiri. Jika "kapak" (data dan laporan) sudah disiapkan dan diasah dengan sangat tajam, maka proses evaluasi akan berjalan dengan sangat lancar, cepat, dan efisien. Tim penilai dari provinsi tidak akan menemukan hambatan, dan hasil yang didapatkan pun akan maksimal.
Sebaliknya, jika persiapan dilakukan ala kadarnya tanpa memvalidasi data dengan benar (analogi menebang pohon dengan kapak tumpul), maka proses evaluasi akan memakan waktu lama, penuh kendala, menguras tenaga, dan berpotensi menghasilkan penilaian kinerja yang rendah bagi daerah.
"Lewat filosofi ini, saya meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat daerah dan tim penyusun LPPD Kabupaten Konawe untuk tidak menyepelekan tahap persiapan. Habiskan fokus dan ketelitian kita pada kelengkapan dan validitas data. Jika persiapan kita tajam, saya yakin Kabupaten Konawe akan meraih predikat dan skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang sangat baik pada EPPD 2026 ini," tegas DR. Ferdinand.
Kegiatan evaluasi oleh Timda Provinsi ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan melakukan pendalaman dan verifikasi faktual terhadap laporan kinerja dari masing-masing OPD di Kabupaten Konawe.
#KonaweBersahaja
Membangun Desa Menata Kota
π¬ Kolom Komentar Masyarakat
Silakan Berikan Tanggapan Anda: